RT/RW Banyak Orang Tua, Kurang Paham IT

Lurah Tanganapada, La Ode Suhendar K, S.STP | kabrakatinews.com

Kelurahan Tanganapada Akan Lanjut Bangun Sumur Resapan

Baubau, Kabarakati News – Untuk merealisasikan program kerja, Kelurahan Tanganapada masih melanjutkan program saat Musrembang. Banyak usulan masyarakat termasuk sarana-prasarana belum tercapai

Lurah Tanganapada, La Ode Suhendar, menjelaskan jalan lingkungan, jalan setapak penghubung dari warga ke warga masih ada yang belum terpenuhi belum dilanjutkan. Untuk tahun Kelurahan Tanganapada dapatkan mendapatkan sappers untuk melanjutan pekerjaan pembangunan sumur resapan dan jalan setapak di lorong kehutanan.

“Tahun 2024 untuk program fisik sesuai anggaran hanya bisa dapat tiga sumur resapan di Pimpi, Lorong Kehutanan dan lingkungan Lasitarda. Persoalan anggaran menjadi hambatan di Kelurahan Tangana Pada,” tuturnya, Kamis 13 Maret 2025.

Lanjutnya, jalan aspal di Tanganapada sudah lebih dari 10 tahun belum direhabilitasi khususnya di Lasitarda, di depan dan di belakang kantor kelurahan. Hal ini karena anggaran kelurahan cuma bisa masuk ke lahan.

“Kalau di jalan kita tidak bisa akses itu masuk wilayah dinas, kita cuman bisa mengusulkan,” terangnya.

Untuk program sosialisasi pelayanan dan kependudukan, Kelurahan Tanganapada akan persiapkan RT/RW, LPM, Karang Taruna. Semua lembaga masyarakat yang melekat dengan kelurahan harus paham terkait layanan kependudukan.

Misalnya untuk kesadaran terhadap bahaya narkoba, Kelurahan Tanganapada masuk Kampung Tangguh Tanggap Dini Narkoba. Kelurahan Tanganapada juga memprioritaskan pengolahan sampah jadi berguna dan bernilai ekonomi.

“Pengolahan sampah, bukan penanganan sampah diolah menjadi sesuatu yang lebih berguna masuk inovasi masuk sosialisasi juga ya Insyallah jadi. Sementara diupayakan di Tanganapada ini nanti akan ada bank sampah semoga jadi ya,” bebernya.

Lembaga masyarakat yang melekat masih kurang dan sebagian berusia lanjut. Dalam pelayanan harus dilakukan terkait ilmu dan teknologi. Khususnya komputer data-data yang dibutuhkan banyak melalui online.

“Kita minta data tidak lagi bersurat tinggal WA (whatsup), Download PDF nya, ketiknya, compress-nya, apanya semua pasti agak terhambat bukan tidak bisa tapi jadinya lambat. Jadi mungkin kalau bisa nanti semoga pemilihan RT/RW berikutnya banyak yang mau mendaftar biar kita bisa melihat wajah baru yang mau bekerja,” tutupnya.

Laporan : (R. Adrowan)

Iklan

Beita menarik lainnya

IMG_20260125_145426
Panitia Ajudikasi PTSL Tahun 2026 di Wakatobi Resmi Terbentuk
IMG-20260121-WA0126
Kantah Wakatobi Terjunkan Tim PTS di Tiga Desa Pulau Tomia
IMG-20260121-WA0124
Target 3.000 Bidang PTSL 2026, Kantah Wakatobi Ajak Masyarakat Pasang Patok Mandiri
IMG-20260120-WA0083
Kantah Wakatobi Matangkan Strategi Guna Mengoptimalkan PTSL Tahun 2026 di Pulau Tomia
Daerah

Bombana

Konawe

Konawe Utara

Pers